Rabu, 27 Mei 2015

dia mungkin cermin ku

teruntuk kau yang mungkin cermin ku,

hari ini, di siang hari selepas aku menikmati makan siang ku
di ruangan ber-ac lantai 2 gedung S
tempat aku bekerja selepas lulus Sarjana.

teringat ku padanya,
dia yang berhasil membuat ku membangun tembok tinggi
hanya untuk melindungi perasaan ini untuknya.

maaf jika sampai hari ini aku masih menyimpan perasaan ini untuknya
dia yang sejak lama ku kenal
ntah mengapa rasa itu masih terjaga
semakin lama semakin terjaga ketat
mungkin 7 tahun sudah lamanya.
terkadang aku memang mencoba melupakannya
fokus memperbaiki diri
agar kelak aku lah cermin nya.

komunikasi kami memang tidak intens
jika dihitung, mungkin setahun hanya beberapa kali
berbagi cerita tentang rencana masa depan kelak.

hingga pada waktu itu,
dia berkata padaku akan pergi
jauh, sangat jauh
semua demi mengejar mimpinya
ya, mimpi yang sudah ku ketahui sejak awal kami berkenalan.
berkat dia juga mungkin aku memiliki kemauan kuat mengejarnya
iya, mengejar dia . karena dia lah mimpiku.

namun sejak dia memberi kabar tentang rencananya
rencana untuk benar-benar pergi,
aku mulai ragu
ragu tetap menjaga perasaan ini untuknya.
ragu dia yang takkan kembali untukku
serta ragu dia akan kembali tapi bukan untukku.

12 hari sudah sejak terakhir kali kami berbincang
perbincangan yang terpaksa harus diakhiri karena suatu hal
semua jadi menggantung.
hingga aku berencana menghubunginnya kembali.
tapi ah, sudahlah mungkin sebaiknya ku akhiri saja.

keraguan itu muncul kembali.
aku ragu untuk mengakhirinya
haruskah perjuangan ku selama 7 tahun harus berakhir begitu saja
ataukah memang harus kuakhiri

dengan tekad yang kuat, aku berusaha melupakannya
membuka penghalang yang selama ini menutup rapat
membuka tempat yang selama ini terjaga ketat
menepis semua sisa rasa yang ada untuknya.

bukan, bukan karena sudah tak merasa
bukan karena telah melupakannya
hanya karena memang sekarang sudah waktunya
membuka diri untuk nya , untukmu dan untuk yang lain,
yang siap akan mendampingi ku nanti.
ntah siapa.

Semoga engkau, cermin ku

-dari balik bilik kerja, 28 Mei 2015-

https://www.tumblr.com/blog/nisaidris

Senin, 25 Mei 2015

merindu kembali

Hari itu , 16 Mei 2015 aku menghubungimu.
awalnya ragu. karena lama sudah tak berbincang.
akhirnya kuyakinkan diriku dengan mengirim text.
tak seperti basanya, saat itu begitu cepat balasanmu ku terima.
ternyata benar, kau memang sedang santai
tumben, pikirku.

tak banyak text berbalas yang terjadi.
hanya beberapa kali.
setelahnya, berakhir.

aku pun tertidur di ruang kerja temanku, ditemani teman-teman yang lain yang masih asik berbincang.
namun mataku sudah tak kuasa.
mungkin lelah seharian membuatku tak sadar sudah tertidur pulas.

tiba-tiba aku mendengar obrolan mereka.
ternyata aku sudah tengah tersadar dari tertidurku diruangan dingin itu.
tak lama berselang, kembali ku dengar suara pintu dibuka.
ya, mereka meninggalkanku dalam ruangan itu.
tak enak mungkin membangunkanku.
lelah. memang aku merasa sangat lelah.

mataku masih ingin terpejam.
namun lambat laun pikiranku telah tersadar.
dan aku merindukannya.
iya, kamu yang aku kirimin text.

melihat jam tangan masih pukul 20.50 wib, aku pikir belum jam malam kita.
kuputuskan menghubungimu.
tanpa kusadari, jari jemari ku menekan tombol mencari namamu.
tanpa ragu ku pencet tombol menghubungi.

ya! tersambung.
tak lama waktu yang aku butuhkan untuk menunggumu menerima telponku.
tak seperti biasanya.

pembicaraan pun dimulai.
awalnya pembicaraan kita terdengar kaku.
ya memang begitu kan biasanya.
lalu, lama kelamaan mulai mencair.

memang, belum banyak yang sempat kita bagi.
waktu dan kedatangan mereka pula lah
yang mengharuskan kita mengakhiri obrolan kita
ya obrolan yang kurang dari 10 menit itu

terimakasih buat 8 menit 49 detik nya.
semoga kita benar-benar dapat bertemu di waktu yang tepat dan terbaik untuk kita bersama.
dari: aku yang terus menjaga kerinduan ini sejak 7 tahun yang lalu padamu..

Rabu, 29 Oktober 2014

Air dan Angin bukan Avatar

Aaaaaaaaaaaa..... sepertinya air benar-benar telah mencintainya.
bukan! bukan si batu yang tetap membantu.
tapi angin. ya, si angin yang hadir memberi kesegaran.
angin yang menjadi perantara ketika air akan meminta bantuan si batu yang keras membatu.
angin yang selalu bisa memberi ketenangan pada air.
tapi dia angin, mengapa harus angin?
dia yang dulu sedikitpun tak tersentuh oleh air.
namun tiba-tiba setahun yang lalu, hadirnya membuat air merasa menjadi air yang penuh arti.
mungkin karena air merasa dia harus terus mengalir ketempat yang rendah. sehingga dia tak pernah sadar bahwa dia sangat berarti dan ada ditempat yang tinggi.

hingga pada suatu saat, angin datang dan menunjukkan bahwa air yang senantiasa mengalir mencari tempat yang paling rendah untuk hatinya karena dia memang sesuatu yang lemah dihadapan-Nya, bahwa "Air, kamu itu sangat istimewa. kamu spesial."

Tapi, air tak ingin angin menjadi jelek sebabnya.
sehingga, ia pun meminta agar angin tak lagi menghampirinya, terlalu dekat. biar para penduduk bumi tau bahwa angin tetaplah angin yang membawa kesegaran.
maka biarlah dengan caranya dia mencintaimu.
maka biarlah dengan tegasnya aliran dia mencintaimu dari bawah sini, angin.
maaf jika tak suka dengan caranya.
karena dia hanyalah air, bukan yang lain.
angin, maafkan air yang mencinta sisi lainmu.
sisi yang mungkin tak terlihat oleh yang lain.
yang air rasa hanya padanya angin berbagi hal yang tersembunyi itu.
saat itu, ketika air sedang mengalir melewati berbagai tantangan, angin datang dengan irama anginnya tentang keindahannya dengan angin yang lain melintasi berbagai sisi dunia yang sama. ntahlah
sungguh, air "cemburu" pada angin yang dapat bebas melintasi langit kemana ia inginkan.
dan tadi air kembali melihat sisi lain dari angin yang dulu sempat menjadi pertanyaan. benar, air cemburu.
namun air tak ingin terlibat terlalu dalam, karena perjalanan air melintasi ujung bumi masihlah panjang.

ada yang pernah berkata pada air bahwa angin pernah ada di urutan terpenting baginya. ntahlah, sepertinya air tak pernah sadar tentang itu.
karena yang dia ingat adalah terus mengalir dan berbagi kebermanfaatan untuk semua.

melihat hadirmu, seperti apa yang terlihat oleh yang lain.
semua tau bahwa angin itu selalu menyejukkan.
banyak yang menginginkan angin.
tapi tidak dengan air, dulu.

Sekarang? . . . . . . .
mungkinkah dapat melintasi berbagai sisi dunia bersama denganmu? . .
karena aku berada jauh, disana.
jauh darimu, angin.



https://www.tumblr.com/blog/nisaidris

sumber gambar: koleksi pribadi
photograper: bayu pamungkas
lokasi: curug malela, bandung barat, jawa barat. 12092014

Jumat, 10 Oktober 2014

air angin batu


sudah hampir sebulan ternyata perjalanan itu. tak terasa. aku mulai melakukan perjalanan bersamanya kembali dan yang lain. dia yang dingin. tetap dingin. namun disana , kata yang lain, dia lebih baikan daripada biasanya. ntahlah. mungkin hanya perasaanku saja yang sudah terlalu membatu untuk menerima sikapnya. mungkin aku muak. setiap kali bertemu kita hanya saling menatap datar, dingin dan tak berkata. mungkin hanya melirik. tapi ntahlah, rasanya memang malas bertemu dengannya. berpura-pura semua it's fine , seolah tak ada perang dingin diantara kami.



awalnya kita berjanji untuk bersama-sama menjadi "penghibur" diantara keseriusan mereka selama beberapa waktu. namun , seiring berjalannya waktu, semua itu berubah dengan cepat. ntah...mungkin sikapku yang kurang dapat kau terima. atau sifat fundamental mu yang sangat tergantung pada keinginan hati. keduanya mungkin sulit bersatu.

hingga waktu itu, saat aku datang bersama seseorang yang lain, bukan dengan dirimu, terlambat dari waktu yang telah dijadwalkan, kau tampak tak suka. bertanya ketus pada kami. dan kami jelaskan, kau tampak tak dapat menerima. hingga pertemuan kita berakhir pada malam itu, sikapmu tetap tak berubah. bahkan kau enggan mengantarku pulang seperti pertemuan kita yang lalu. dengan alasan ini itu. berbagai cara sudah kulakukan agar kau mau memaafkan dan kembali bersikap biasa padaku dan yang lain, namun tetap belum berhasil.

hari-hari selanjutnya, rasanya sikapmu tetap tak berubah. bahkan sampai sekarang...
jika kau ingat kembali pengakuan iri ku saat kau terlihat lebih sangat bahagia saat bersama dengan yang lainnya dibanding aku berulang kali, mungkin kejadian aku datang sepulang dari pergi dengan seseorang bukan denganmu yang hanya sekali tak ada apa-apanya.
tapi, biarlah. bagai batu dan air. karena aku dan kau adalah dua hal berbeda yang memang takkan pernah bisa menyatu sampai kapanpun tanpa perantara yang lain. aku air yang terus mengalir melewati dirimu dan kau batu yang terus diam saat aku berbuat apapun.. sedangkan angin sebagai perantara agar aku dapat bertemu melintasi hari mu.
Terimakasih telah mengajarkan kesabaran yang tak terhingga tiap kali aku bertemu denganmu..

12092014 Curug Malela, Bandung Barat, Jawa Barat, Indonesia

Jumat, 05 September 2014

Green Tea ohh Green Tea

Selama menjadi petualang green tea "cupu", saya merasa green tea itu enak-enak aja dan selalu bisa bikin perasaan tenang. ga nyangka ternyata saat si bubuk green tea asli ini saya cium, baunyaaaa huweeeeeekkkkk!!! bikin mau muntah. hahaha
oke, ga masalah. next..
Pagi ini penasaran dengan bubuk green tea yang dibawa temen kakak saya yang baru pulang dari Jepang. rasa penasaran membuat saya "terpaksa" untuk mencoba membuat ramuan minuman green tea sendiri..
Awalnya sok-sokan mau ngerasain green tea original, tanpa gula dan creamy. hanya campuran air panas. tapi yang saya rasa cuma bauuu dan pait di tenggorokan. rasanya tuh kaya bubuk green tea nempel di tenggorokan. ga enak banget deh pokoknya.
Selanjutnya atas saran dari kakak saya, saya pun mencampurkan creamy kedalam secangkir green tea tersebut, hmm lumayann . tapi masih aneh. no taste. flat. dan si pait masih kerasa di akhir sampe tenggorokan.
akhirnya ramuan tersebut itu pun saya tambahin gula biar ada rasanya. tapi rasanya masih

belum pas dilidah.
last last last tambahin sedikit lagi creamy dan gula.. naaaahhhh,, ini baru mantap!
saat diminum, sssrrrppp... enaaaakkk.. dan taste terakhirnya masih kerasa pait sampe tenggorokan. but, nevermind. aku tetap akan menjadi petualang green tea. semoga bisa menikmati green tea di negara lain :")

Green Tea selalu bikin perasaan bahagia, lebih dari coklat saat kau menikmatinya -nisa idris-

Senin, 18 Agustus 2014

entah denganmu

Hari ini bergetar rasanya mendengar kabar bahagia teman kita yang akan melangsungkan prosesi kelulusannya dalam menyelesaikan studi sarjana. Tepat empat tahun yang lalu mungkin, kita bersama menggoreskan mimpi masing-masing. Memang bukan pada secarik kertas atau pohon kayu seperti di film-film. Namun secara tidak langsung masing-masing dari kita telah mengungkapkan keinginan yang sama. Cita-cita serta target yang akan dicapai dalam empat tahun mendatang.

Begitu cepat rasanya waktu berlalu.
Kemarin, ya baru kemarin kau mengungkapkan dimana akan melanjutkan studi mu setelah sarjana nanti. Kau bilang di Belanda. Dan aku berkeinginan melanjutkan di Jerman.
Kita mempunyai target mewujudkan mimpi di tanah kolonial yang telah menjajah kita, Eropa. Akan tetapi diantara kita tidak ada yang tau apakah semua itu akan terwujud atau tidak. Namun setidaknya mimpi itu sudah tertulis, hanya butuh tekad yang kuat untuk dapat mewujudkannya. Aku yakin pada kekuatan usaha dan kekuasaan Tuhan dalam mewujudkan mimpi di setiap doa kita. Dalam sujud , masing-masing kita meminta untuk kelancaran usaha dalam mewujudkan mimpi.
Aku terus berdoa disini untukku dan untukmu, untuk kita.

sebuah pepatah indah pernah ku baca, "i'malu fauqa ma amilu". artinya berbuat lebih dari yang lain.
sebuah penegasan untuk diri sendiri yang hebat menurutku.

melihat lamanya persahabatan yang terjalin, tidak akan ada yang menyangka bahwa kita belum pernah bertemu barang sedetikpun. ntah bagaimana caranya ukhuwah ini bisa bertahan. akupun tak mengerti. anehnya, aku sudah bertemu dengan teman serta kakak kelas yang kau kenalkan padaku karena kami berada di kota yang sama. bahkan komunikasi diantara kami terbilang cukup baik untuk ukuran orang yang baru dikenal. adikmu yang kau kenalkan padaku pun sudah ku temui. disana, dikota tempat kamu dan dia mencari ilmu.
sayangnya, waktu yang tersisa belum mengizinkan kita untuk bertemu. ntah sampai kapan. namun semuanya tetap aku yakini bahwa masing-masing dari kita mungkin memang belum siap untuk bertemu. dan aku percaya , suatu saat nanti kita dapat dipertemukan dalam waktu yang lebih indah dan penuh berkah.


Disini, aku menjaga diri untuknya
entah denganmu..
Disini, aku menanti waktu bersama kesibukan
entah denganmu..
Disini, aku melihat langit setiap gelap.
berharap pagi kan datang membawa cahaya mentari.
entah denganmu..
Disini, hatiku terus menyebut namanya dalam doa sujudku
entah denganmu...
Disini, aku belajar memantaskan diri untuk bertemu dengannya
entah denganmu..
Disini, ya ditempat yang jauh dari kata pertemuan antara aku dan dia.
Terimakasih untuk ketaqwaan yang kau ajarkan padaku didalam diammu.
Karena aku memang masih jauh dari kata layak bertemu dengannya.
entah denganmu..

Bandung, 19 Agustus 2014
Hari kau Wisuda Sarjana disana :")
Selamat kawan!
Sebentar lagi aku akan menyusulmu.

Minggu, 02 Maret 2014

Belajar Memaknai


Bissmilahirrahmanirrahim..
Pengen share something nih.
Jadi gini, seorang sahabat pernah bercerita kepada saya yang belum bermanfaat ini .
Dalam ceritanya yang saya ingat, dia berkata

"tetap letakkan Tuhan dihatimu, agar kau menjadi sosok manusia kuat dan tegar menghadapi Badai ditengah laut suatu saat nanti.
Ini hanya sekilas lalu tentang hidup.
Suatu saat, mungkin kau akan berterimakasih pada keadaan sekarang ini. Berterimakasih pada orang-orang yg sering meremehkanmu. Berterimakasih pada pihak-pihak yang tidak mengakui keberadaanmu.
Dan berterimakasih atas segala Rencana (yang sebenarnya) Terbaik yang Allah ciptakan untukmu walau kau terus menyimpan kebencian pada Nya tanpa pernah kau pedulikan besarnya Nikmat yang telah kau rasakan hingga detik ini.

Tapi yakinlah, keadaan sekarang ini sedang melatihmu untuk tangguh menghadapi masa depan.

Luruskan niatmu karena Allah,
jaga hatimu,
jaga semangatmu,
jaga prasangkamu,
jaga dirimu,
jaga silaturahmi mu,
jaga mimpimu,
jaga kebahagiaanmu,
dan yg terpenting juga jaga saudara2mu apapun
cuaca yg sdg terjadi ditengah pelayaran ini.

Karena seorang pelaut yg tangguh itu tercipta dari besarnya ombak yg
menerjang , bukan dari tenangnya air laut.
Pedang yg tajam itu
terbuat dari panasnya api yg membakar.
Dan bahkan indahnya mutiara itu berasal dari kuatnya tekanan yg diterimanya selama dalam cangkang, rumahnya sendiri."

Terimakasih untuk kemarin-kemarin hingga hari ini dan nanti ya kaka PAS-ITB. . ^^

Jangan pernah memaksakan keadaan dan orang lain untuk memahamimu, tapi cobalah dirimu untuk memahami dan bersahabat dengan itu semua. Karena Perubahan itu dimulai dari diri sendiri, bukan dari orang lain.
Allahu'alam..
‪#‎salam3ber1‬

Kamis, 20 Februari 2014

cerita TIGAberSATU

secuil cerita kita

aku tau kita mulai lelah..

jalan mulai tertatih bak anak kecil yang baru mengenal cara berjalan.

tapi aku yakin kita punya semangat pantang menyerah seperti anak kecil itu.

yang akhirnya dia dapat berlari sekencang semangatnya untuk terus maju.



saat yang lain menyerah , 

kita saling memberi semangat . .

kita mengulurkan tangan kepedulian kita . .

 

 

aku sadar kita mulai tak seimbang..

bagai bocah kecil yang sedang belajar sepeda.

dengan sombong terus mengayuh..

terus dan terus..

karena itulah yang harusnya terjadi untuk menahan beban tubuh ini agar seimbang diatas sepeda.








yang pada akhirnya kita tau bagaimana rasanya jatuh,

harus berdiri,

mulai mengayuh dan melaju kembali







saat mulai bisa berjalan, kita ingin bisa berlari

saat sudah bisa bersepeda, kita ingin balapan dengan teman-teman

kita harus sama-sama percaya , semua itu dapat kita lakukan . . .




 

 

 

 

 

karena kita memiliki kekuatan, 

karena kita memiliki semangat dan,

karena kita memiliki KEYAKINAN . 


 

bahwa kita akan tiba di garis finish . .

tanpa cedera . . 

karena semua itu tidak ada yang kebetulan. Ini sudah suratan takdir kita bertemu, bersama berlari menuju cahaya terang itu

Sabtu, 02 November 2013

REFLEKSI DIRI

Di saat-saat tertentu terkadang kita memang perlu diam ditempat sejenak atau bahkan mundur beberapa langkah untuk bisa mencapai tujuan.
Dengan begitu, kita tidak cuma bisa menjadi pemenang tapi juga bisa bermanfaat untuk orang lain.
untuk apa jadi pemenang tapi kemenanganmu cuma jadi duka untuk orang banyak dan pada kenyataannya malah mendzolimin. *liat cermin*

Cobalah untuk lebih sering menggunakan telinga daripada mulut dan otot leher.
Allah itu nyiptain dua telinga dan satu mulut, (mungkin) salah satu tujuannya agar kita mau lebih banyak mendengarkan (pendapat orang lain) daripada (ngotot) berbicara mengutarakan (keegoisan) pendapat kita sendiri. bukan Allah ga punya maksud apa-apa. kitanya aja yang kadang ga ngeh atau lupa sama fungsi anggota tubuh kita yang posisinya itu sangat dekat dengan kita.

ga rugi ko dengerin pendapat orang lain. malah ilmu kita semakin bertambah. pengetahuan kita semakin luas.
dan kalo mau didenger itu , ya harus mau ngedengerin dulu.
ga ada istilah , "pasti dia mau dengerin aku, walaupun aku ga pernah dengerin setiap dia berpendapat."
jika itu terjadi, bisa dapat dipastikan, orang tersebut merasa kesal dan ngedumel dalam hati ketika ngedengerin kita berpendapat / berbicara. Atau bahkan saat orang lain menyebut nama kita, orang tersebut merasa eneg!
Efeknya dahsyat!

Ingat, hidup ga sendiri.
ada orang lain loh di sekitar kita yang punya ego yang sama dengan kita, yaitu ingin pendapatnya didengarkan.
Bisa aja kan, orang yang baru saja kita dengarkan pendapatnya itu menjadi satu-satunya orang mau mengurusi jenazah kita saat kita wafat, karena dia sudah merasa dihargai dengan mau nya kita dengerin pendapatnya dia .
dan ternyata ga ada orang lain lagi yang mau ngurusin jenazah kita karena ego nya kita yang ga pernah mau dengerin pendapat orang-orang lain sebelumnya.

Jadi, mari sama-sama belajar menghargai. bukan mengedepankan emosi dan keegoisan.
emosi dan keegoisan itu cuma intermezzo aja, biar hidup ini ga flat.
tapi kalo kebanyakan intermezzo nya kan ga enak juga...
sama kaya lagi nonton tv, kalo kebanyakan iklan, lama-lama jadi ga asik! :D

-belajar dari hal (si) kecil- 031113
Ohhh,, ini alasannyaaaaa....
Hari ini aku berniat "mengaburkan diri" pasca UTS ketempat yang jauh dari segudang aktivitasku. ku niatkan untuk memperbaiki silaturahmi bersama orang-orang yang ingin sekali aku temui. karena aku berpikir mungkin kesulitan-kesulitan yang ku hadapi selama ini karena kurangnya aku berkunjung ke orang-orang, melakukan perjalanan jauh yang membuat diri ini sadar akan makna hidup, berinteraksi dengan orang asing, ya orang baru. Awalnya aku memilih kota Sidoarjo, karena ku pikir disana aku punya sodara yang bisa aku jadikan tempat berteduh dari hujan dan panas serta angin kencang. setidaknya ketika mau makan, makanan udah tersedia. pengen makan ini, bisa dengan gampang disajikan secara sederhana namun penuh makna. Lebih kepada kangen dilayani sih sepertinya. mungkin lebih tepatnya kangen suasana rumah sederhana yang menyejukkan jiwa, tempat berbagi cerita , canda tawa kepada ayah ibu. Tapi melihat waktu yang aku miliki tak cukup banyak untuk berlibur , walaupun hari liburnya bisa aja aku buat seminggu, tapi aku teringat pada tanggung jawabku pada orang-orang yang lebih banyak lagi yang telah mempercayaiku pada suatu amanah mulia, menurutku. jadi terlalu Egois rasanya jika waktu libur hanya untuk memanjakan diri sendiri dibalik kesulitan orang lain. yang langsung terbayang oleh ku pada saat itu adalah wajah adik-adik , calon kaka baru, para petinggi, kaka divisi dan departemen beserta orang yang sudah aku anggap sebagai sodara seperjuanganku dalam jalan "dakwah". Akhirnya setelah mempertimbangkan segala hal dan bertatap muka dengan sang kaka, aku memutuskan untuk menggunakan dua hari saja waktu untuk memberikan hak psikis ini agar ter-upgrade kembali sehingga siap menerima berbagai cemoohan, kritik, ide, saran, pressure dan hal-hal lain yang tak terduga. Dengan begitu aku langsung mengganti destinasi liburan ke kota yang dekat dengan biaya yang cukup teratasi oleh kantong mahasiswi tapi masih tetap bisa aku dapatkan kebutuhan - kebutuhan psikisku, yaitu Solo dan Jogja. Pemantapan destinasi sudah langsung aku tujukan pada dua kota itu. dengan asumsi bahwa kota itu merupakan tempat yang nyaman untuk merileksasikan diri, ditambah dengan orang-orang yang sangat ingin aku kunjungi, sepertinya liburan ini bakal menjadi liburan asik sepanjang masa yang aku punya setelah pendakian ke semeru beberapa waktu lalu. sudah terbayangkan olehku , disana aku akan mendapat udara "segar" tanpa beban dan tuntutan harus begini begitu, suara orang yang dapat mengobati sedikit kerinduan, candaan yang membuatku bisa bebas melepas semua kepenatan, tawa yang bener-bener dari diri sendiri tanpa batasan yang membuatku tak bebas berekspresi, obrolan santai yang tak sekedar obrolan semata karena aku sekaligus dapat mengetahui keadaan teman-temanku yang lebih banyak lagi disana. Ya karena cuma ditempat itu aku bisa menemukan hal-hal yang bisa membawaku pada suasana kampung halaman, padahal itu bukanlah kampung halamanku... :') lebih tepatnya aku telah terjebak dengan orang-orang baik yang aku miliki disana. Terimakasih untuk "sodara-sodara" yang telah mendukung upgrading diri ini... nantikan aku kembali bersama kalian yaaaa :""") *Terharu punya "sodara" kaya kalian* *Speechless*


Bandung-Solo-Sragen-Jogja
Semua Punya Cerita
30-31 , Oktober 2013








keraton solo




kue lekker


keraton solo


selat solo



stasiun solo balapan. solo-jogja




 candi prambanan