secuil cerita kita
skip to main |
skip to sidebar
Ohhh,, ini alasannyaaaaa....
Hari
ini aku berniat "mengaburkan diri" pasca UTS ketempat yang jauh dari
segudang aktivitasku. ku niatkan untuk memperbaiki silaturahmi bersama
orang-orang yang ingin sekali aku temui. karena aku berpikir mungkin
kesulitan-kesulitan yang ku hadapi selama ini karena kurangnya aku
berkunjung ke orang-orang, melakukan perjalanan jauh yang membuat diri
ini sadar akan makna hidup, berinteraksi dengan orang asing, ya orang
baru. Awalnya aku memilih kota Sidoarjo, karena ku pikir disana aku
punya sodara yang bisa aku jadikan tempat berteduh dari hujan dan panas
serta angin kencang. setidaknya ketika mau makan, makanan udah tersedia.
pengen makan ini, bisa dengan gampang disajikan secara sederhana namun
penuh makna. Lebih kepada kangen dilayani sih sepertinya. mungkin lebih
tepatnya kangen suasana rumah sederhana yang menyejukkan jiwa, tempat
berbagi cerita , canda tawa kepada ayah ibu. Tapi melihat waktu yang aku
miliki tak cukup banyak untuk berlibur , walaupun hari liburnya bisa
aja aku buat seminggu, tapi aku teringat pada tanggung jawabku pada
orang-orang yang lebih banyak lagi yang telah mempercayaiku pada suatu
amanah mulia, menurutku. jadi terlalu Egois rasanya jika waktu libur
hanya untuk memanjakan diri sendiri dibalik kesulitan orang lain. yang
langsung terbayang oleh ku pada saat itu adalah wajah adik-adik , calon
kaka baru, para petinggi, kaka divisi dan departemen beserta orang yang
sudah aku anggap sebagai sodara seperjuanganku dalam jalan "dakwah".
Akhirnya setelah mempertimbangkan segala hal dan bertatap muka dengan
sang kaka, aku memutuskan untuk menggunakan dua hari saja waktu untuk
memberikan hak psikis ini agar ter-upgrade kembali sehingga siap
menerima berbagai cemoohan, kritik, ide, saran, pressure dan
hal-hal lain yang tak terduga. Dengan begitu aku langsung mengganti
destinasi liburan ke kota yang dekat dengan biaya yang cukup teratasi
oleh kantong mahasiswi tapi masih tetap bisa aku dapatkan kebutuhan -
kebutuhan psikisku, yaitu Solo dan Jogja. Pemantapan destinasi sudah
langsung aku tujukan pada dua kota itu. dengan asumsi bahwa kota itu
merupakan tempat yang nyaman untuk merileksasikan diri, ditambah dengan
orang-orang yang sangat ingin aku kunjungi, sepertinya liburan ini bakal
menjadi liburan asik sepanjang masa yang aku punya setelah pendakian ke
semeru beberapa waktu lalu. sudah terbayangkan olehku , disana aku akan
mendapat udara "segar" tanpa beban dan tuntutan harus begini begitu,
suara orang yang dapat mengobati sedikit kerinduan, candaan yang
membuatku bisa bebas melepas semua kepenatan, tawa yang bener-bener dari
diri sendiri tanpa batasan yang membuatku tak bebas berekspresi,
obrolan santai yang tak sekedar obrolan semata karena aku sekaligus
dapat mengetahui keadaan teman-temanku yang lebih banyak lagi disana. Ya
karena cuma ditempat itu aku bisa menemukan hal-hal yang bisa membawaku
pada suasana kampung halaman, padahal itu bukanlah kampung halamanku...
:') lebih tepatnya aku telah terjebak dengan orang-orang baik yang aku
miliki disana. Terimakasih untuk "sodara-sodara" yang telah mendukung
upgrading diri ini... nantikan aku kembali bersama kalian yaaaa :""")
*Terharu punya "sodara" kaya kalian* *Speechless*


keraton solo
kue lekker
keraton solo
selat solo
stasiun solo balapan. solo-jogja

candi prambanan

Hujan seharian membuatku terjebak dalam lembabnya dinding kamar.
keadaan semakin hari semakin menjadi guru yg tengah mengajarkan tentang kesabaran, keikhlasan dan pengorbanan. Namun hanya itu pula yg bisa membuat ku terus mengenggam kuat keinginan untuk segera melihat dunia luar yg lebih luas, ya disana. ditempat 5 tahun lalu yang aku planning kan bersama seragam putih abu abu ku.
jika 4 tahun sblmnya aku berani mewujudkan setengah mimpi ku dgn keluar dari hangatnya rumah sederhana kami. Hari ini aku mengingat segenggam mimpi ditanganku 5 tahun yg lalu, tentang suatu tempat yg aku tulis kecil didinding kamarku namun memiliki kekuatan besar.
tulisan yg sering ku baca setiap malam saat aku mau tidur, sebelum membaca doa.
Berharap mimpi malam-malam ku dapat mengantarkan jiwa ini kesana barang sejenak saja.
tempat yang jauh dari pandangan ini, namun sangat rapat dengan diri dan keinginan.
ahhh, rasanya diri ini terlalu kecil untuk menggapainya. namun bukan tak mungkin.
akhirnya hari ini ku putuskan untuk membaca dan hibernasi dikamar yg telah menjadi tempat semua cerita panjangku, tempat semangat ku, tempat kegigihanku, keletihan, serta airmata kala merindukan hangatnya rumah sederhana kami dan segala problem yg tak dapat ku putuskan sendiri.
Semoga ini akan dapat menjadi waktu yg benar-benar relaks setelah hampir dua pekan disibukkan dengan exam dan berbagai macam ragam activity yang cukup menyita waktu, pikiran dan tenaga.
Kamis, 20 Februari 2014
Sabtu, 02 November 2013
REFLEKSI DIRI
Di saat-saat tertentu terkadang kita memang perlu diam ditempat
sejenak atau bahkan mundur beberapa langkah untuk bisa mencapai tujuan.
Dengan begitu, kita tidak cuma bisa menjadi pemenang tapi juga bisa bermanfaat untuk orang lain.
untuk apa jadi pemenang tapi kemenanganmu cuma jadi duka untuk orang
banyak dan pada kenyataannya malah mendzolimin. *liat cermin*
Cobalah untuk lebih sering menggunakan telinga daripada mulut dan otot leher.
Allah itu nyiptain dua telinga dan satu mulut, (mungkin) salah satu
tujuannya agar kita mau lebih banyak mendengarkan (pendapat orang lain)
daripada (ngotot) berbicara mengutarakan (keegoisan) pendapat kita
sendiri. bukan Allah ga punya maksud apa-apa. kitanya aja yang kadang ga
ngeh atau lupa sama fungsi anggota tubuh kita yang posisinya itu sangat
dekat dengan kita.
ga rugi ko dengerin pendapat orang lain. malah ilmu kita semakin bertambah. pengetahuan kita semakin luas.
dan kalo mau didenger itu , ya harus mau ngedengerin dulu.
ga ada istilah , "pasti dia mau dengerin aku, walaupun aku ga pernah dengerin setiap dia berpendapat."
jika itu terjadi, bisa dapat dipastikan, orang tersebut merasa kesal
dan ngedumel dalam hati ketika ngedengerin kita berpendapat / berbicara.
Atau bahkan saat orang lain menyebut nama kita, orang tersebut merasa
eneg!
Efeknya dahsyat!
Ingat, hidup ga sendiri.
ada orang lain loh di sekitar kita yang punya ego yang sama dengan kita, yaitu ingin pendapatnya didengarkan.
Bisa aja kan, orang yang baru saja kita dengarkan pendapatnya itu
menjadi satu-satunya orang mau mengurusi jenazah kita saat kita wafat,
karena dia sudah merasa dihargai dengan mau nya kita dengerin
pendapatnya dia .
dan ternyata ga ada orang lain lagi yang mau ngurusin jenazah kita
karena ego nya kita yang ga pernah mau dengerin pendapat orang-orang
lain sebelumnya.
Jadi, mari sama-sama belajar menghargai. bukan mengedepankan emosi dan keegoisan.
emosi dan keegoisan itu cuma intermezzo aja, biar hidup ini ga flat.
tapi kalo kebanyakan intermezzo nya kan ga enak juga...
sama kaya lagi nonton tv, kalo kebanyakan iklan, lama-lama jadi ga asik! :D
-belajar dari hal (si) kecil- 031113
Bandung-Solo-Sragen-Jogja
Semua Punya Cerita
30-31 , Oktober 2013


keraton solo
kue lekker
keraton solo
stasiun solo balapan. solo-jogja

Sabtu, 04 Mei 2013
Jembatan Ambruk!
Ambruknya jembatan diduga karena adanya kegiatan penambangan
pasir yang berada tak jauh dari jembatan ini. Tambang pasir yang dimiliki orang
pribadi ini menurut keterangan warga sekitar, sebenarnya tidak layak beroperasi
karena jarak tambang pasir dengan jembatan tidak memenuhi syarat dan melanggar
Undang-Undang. Sehingga merusak lingkungan hidup. Namun pada kenyataannya tidak
ada larangan penambangan pasir dari pemerintah daerah dan sampai sekarang
kegiatan penambangan pasir masih terus dilakukan hingga jembatan yang terletak
di desa Janji Kecamatan Rantau Utara ini ambruk pada tanggal 8 Februari 2013. Sebelumnya,
7 bulan yang lalu tanah pada pinggiran jembatan sempat longsor. Oleh masyarakat
sekitar secara swasembada menimbun memperbaikinya hingga jembatan dan jalur
transportasi dapat dipergunakan kembali. Akan tetapi pengerukan yang terus
dilakukan ini diduga yang menjadi salah satu penyebab ambruknya jembatan yang
menghubungkan empat perkampungan yaitu kampung gunung muriya, aek torop, karya
maju dan Pinang Lombang.
Ironisnya, jembatan putus ini akan mengakibatkan usaha perkebunan
rakyat yang menjadi mata pencarian masyarakat sekitar menjadi terhambat. Karena
salah satu jalan terdekat yang menghubungkan daerah perkebunan. rakyat dengan
tempat penjualan hasil perkebunan yang mayoritas kelapa sawit atau biasa
disebut RAM itu terputus. Putusnya jembatan tidak mengurangi semangat anak anak
menuju ke sekolahnya. Walaupun jembatan yang biasanya mereka lalui ambruk dan
cukup membahayakan keselamatan, mereka tetap melakukan perjalanan menuju
sekolahnya walaupun harus ditempuh dengan berjalan kaki karena angkutan umum
yang biasa mereka gunakan tidak dapat melewati jembatan tersebut. Semangat dan
keceriaan masih tetap tampak di wajah murid maupun guru . Ironis memang,
melihat keegoisan manusia khususnya orang-orang di senayan yang (mengaku) wakil
rakyat itu sibuk memperkaya diri sendiri dan partai nya tanpa memperdulikan
daerah-daerah yang kurang mendapat perhatian. Masyarakat berharap agar jembatan
ini dapat segera diperbaiki. Agar perekonomian rakyat dapat kembali stabil dan
anak-anak dapat kembali sekolah di Negeri Indonesia yang (katanya) sudah
Merdeka tanpa harus mengkhawatirkan keselamatan mereka.
Oleh: Khairunnisa
Idris
Rantauprapat, Jumat, 8 Februari 2013
Rantauprapat, Jumat, 8 Februari 2013
Ditulis dari kisah nyata
Jembatan yang miring akibat tanah tempaat pondasi tergerus air karena ada penambangan pasir
terdapat lubang menganga yang memutus jalan
Kamis, 18 April 2013
HANYA INGIN MENULIS
Hujan seharian membuatku terjebak dalam lembabnya dinding kamar.
keadaan semakin hari semakin menjadi guru yg tengah mengajarkan tentang kesabaran, keikhlasan dan pengorbanan. Namun hanya itu pula yg bisa membuat ku terus mengenggam kuat keinginan untuk segera melihat dunia luar yg lebih luas, ya disana. ditempat 5 tahun lalu yang aku planning kan bersama seragam putih abu abu ku.
jika 4 tahun sblmnya aku berani mewujudkan setengah mimpi ku dgn keluar dari hangatnya rumah sederhana kami. Hari ini aku mengingat segenggam mimpi ditanganku 5 tahun yg lalu, tentang suatu tempat yg aku tulis kecil didinding kamarku namun memiliki kekuatan besar.
tulisan yg sering ku baca setiap malam saat aku mau tidur, sebelum membaca doa.
Berharap mimpi malam-malam ku dapat mengantarkan jiwa ini kesana barang sejenak saja.
tempat yang jauh dari pandangan ini, namun sangat rapat dengan diri dan keinginan.
ahhh, rasanya diri ini terlalu kecil untuk menggapainya. namun bukan tak mungkin.
akhirnya hari ini ku putuskan untuk membaca dan hibernasi dikamar yg telah menjadi tempat semua cerita panjangku, tempat semangat ku, tempat kegigihanku, keletihan, serta airmata kala merindukan hangatnya rumah sederhana kami dan segala problem yg tak dapat ku putuskan sendiri.
Semoga ini akan dapat menjadi waktu yg benar-benar relaks setelah hampir dua pekan disibukkan dengan exam dan berbagai macam ragam activity yang cukup menyita waktu, pikiran dan tenaga.
-Tulisan si Kecil-
Yahoo! Messenger,how are you? (Part I)
Aahh,, ingin ku bertanya kabarnya sekarang. Namun sepertinya tak mungkin. Jika ku hitung, sudah hampir 5 tahun sejak awal kami bertukar
identitas di sebuah media social. Namanya muncul menyapa di layar computer ku dan
aku pun membalas sapa nya. Dari situ dimulailah pertemanan kami hingga
sekarang. Kami dipisahkan oleh selat sunda dan jarak yang cukup jauh. Namun, ntah
apa yang membuatku bisa betah berlama-lama berbicara dengannya. Mungkin karena
dia memang orang yang easy going menjadi
alasanku untuk leluasa berbagi cerita dengannya. Selain itu, perbedaan usia kami hanya
6 bulan yang menyebabkan mindset untuk
menemukan jalan keluar pada suatu problem
tak jauh berbeda, sehingga aku merasa memiliki teman logika yang dapat
mengerti aku. Berbeda dengan orang-orang lain yang ada didalam list Yahoo
Messenger ku. Sejak itu, dia menjadi orang yang selalu ku tunggu tiap kali ku
buka YM! dulu. Walaupun aku sudah sengaja ke warnet di waktu weekend untuk melatih
conversation ku dengan foreign di dunia
maya, sambil berharap dia ada disana. Tapi namanya tetap saja jarang muncul. beberapa
kali aku mengirimkan sebuah message “hei, kabari aku kalau kau sedang online”
saat dia offline dan aku sedang berada di warnet. Terkadang lama sekali dia
membalas message ku. Bisa sampai berminggu-minggu. Itu karena memang waktu yang
dimilikinya untuk keluar boarding tidaklah
banyak. Hingga aku lulus dari seragam putih abu-abu, kami tetap terus
berkomunikasi. Selama beberapa hari sebelum aku melaksanakan Ujian Nasional,
dia tampak hadir di list ku. Beberapa kali aku menceritakan
kekhawatiranku padanya, dan dia lagi-lagi berhasil menenangkanku dengan gaya
santainya. Sampai pada waktu itu tiba, saat aku memutuskan mengikuti saran
ibuku untuk menerima tawaran kuliah selama satu tahun di kota kembang. Dengan kekuatan
mental yang kurasa belum terkumpul 100%, lagi-lagi dia berhasil membantuku
untuk mensugesti hal positif. Huwaaaa… thank you mister :)
Bersambung ^^
Martabak Manis, Tri
Bukan
hanya tentang perjuangan untuk mendapatkannya, tapi juga perjuangan untuk
menghabiskannya. Setelah melewati jalan yang becek dan penuh kubangan, akhirnya
aku tiba di suatu tempat yang sudah ku khayalkan sejak sore. Ku pesan satu
porsi. Langsung saja si abang penjualnya membuatkan untukku. Beberapa saat
kemudian lewat sebuah mobil tanpa perkiraan ada sebuah kubangan yang menganga
lebar berisi air sisa hujan seharian. Aku yang tengah menunggu pesanan merasa
sudah berada di posisi aman, namun tiba-tiba “ouch! Astaghfirullah” airnya
mengenai sebagian pakaianku. Seketika aku mengutuk si pembawa mobil itu dan
ngedumel dalam hati. Tapi akhirnya aku tersadar bahwa itu tidak baik. Tak lama
kemudian pesananku siap. Aku membayar dengan selembar uang Sultan Mahmud Badaruddin
II dan Pangeran Antasari. Lalu si abang penjual memberiku selembar uang Kapitan
Pattimura. Bergegas aku kembali menuju kosanku yang tak jauh dari tempat itu. Berjalan
sambil menikmati tiris nya malam, tak
terasa sudah tiba didepan sebuah bangunan berlantai 3. Dengan menjinjing alas
kaki, ku tapaki satu per satu anak tangga hingga menuju lantai tertinggi
bangunan itu. Ku buka pintu sambil mengucap Basmallah serta salam. Langsung ku
tutup pintu dan menuju kamar mandi untuk membersihkan kaki serta alas kaki yang
kotor terkena beceknya jalanan, setelah itu ku cuci tangan dan tak sabar aku
duduk menikmatinya. Hah… rasanya tak mudah menghabiskan seporsi sendiri tanpa
tri.
Ya,
tri adalah orang yang sudah kukenal hampir 3 tahun. Selama hampir 2 tahun aku
dan tri menempati bangunan yang sama selama menimba ilmu disini. Orang yang
sudah kuanggap layaknya saudara sendiri ini, selalu menjadi korban masakanku
yang tergolong amatiran. Kami juga sering menghabiskan waktu bersama dikamar
tidurku. Biasanya kami menghabiskan waktu bersama untuk makan malam diluar,
menonton tv, belajar bersama, bahkan kami pernah menghabiskan waktu hingga
pukul 3 pagi hanya untuk saling bertukar cerita, seperti layaknya saudara, kami
juga saling mengingatkan. Tri yang selalu terlihat lahap setiap kali menikmatinya,
tak tampak berada disebelahku. Bukan tanpa sebab, tetapi tri memang sedang
menghabiskan waktu pekan liburan pasca midtest
di Lampung, tempat yang sangat ingin dikunjunginya sejak akhir tahun lalu. Padahal
baru semalam kami menghabiskan waktu bersama untuk mendengarkan record materi last midtest tapi aku sudah merasa
kehilangannya ketika menikmati ini tanpa tri. Ya memang sangat terasa
perbedaannya ketika menikmati ini tanpa mendengar kebawelan dan tawa nya.
Gerimis
Malam
Dayeuh
Kolot, 18 April 2013
Blog Archive
Halaman
Mengenai Saya
- nisa idris
- seneng masak, makan,dan bermimpi hidup di Belanda dengan dia yang masih dirahasiakan Tuhan. See, Follow and describe me
Pengikut
Diberdayakan oleh Blogger.

















